Thursday, 17 September 2015

Jika Istri "Minta" Duluan? Begini Penjelasannya dalam Islam

loading...

Dalam masyarakat kebanyakan kita, adalah sesuatu yang tabu bagi seorang wanita membicarakan dan meminta hubungan suami istri. Bagaimana hal itu dalam Islam?

Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami, bapakku memberitahuku, dia berkata, ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini. Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya. Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’

“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’

‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,’ kata Zainab. ‘Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.’


“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, “selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.”

Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya.

Tapi seperti minuman hangat
yang didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.

Insya-Allah, seorang istri yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma amin.

Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”

Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Jadi jika Anda, seorang istri, belum pernah mengajak suami? Hmm, cobalah. Temukan sesuatu yang beda di sana…

Sumber : akhwatindonesia.net


INILAH yang termasuk Sifat Suami DURHAKA pada Istri Bersiaplah menanti ganjarannya

loading...

Tidak mau menafkahi, selalu berkata kasar dan memaki, menyakiti dengan pukulan membekas, Suami Durhaka pada Istri? Begini Ganjarannya! Ada beberapa hal yang bisa membuat seorang suami dianggap berbuat durhaka pada istri dan akan mendapat ganjarannya, beberapa di antaranya sebagai berikut


1.Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah, ia berkata:”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i)

Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak langsung menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga.

Suami seperti ini tentu saja telah berbuat durhaka karena tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.

2.Tidak memberi uang belanja/ nafkah

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata:”Rasulullah bersabda: ’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’” (HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)

Terhadap suami yang seperti ini, istri boleh mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya:

“Dari Asyah ra,bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata:’Wahai Rasulullah,sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku,sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.”beliau besabda:’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari no.4945 CD,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)

3.Tidak melunaskan mahar pernikahan

Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata:”saya mendengar nabi saw.(bersabda):’siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak,tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu,berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu,kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabarani, Al-Mu;jamul, Ausath II/237/1851 CD)

4.Mengabaikan kebutuhan seksual istri

Suami yang berjima hanya untuk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesalahan.

Dari anas ra,Nabi saw bersabda:”jika seseorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya,hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) sampai istrinya menemukan kepuasan.” (HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233)

Rasullullah saw bersabda:”Janganlah sekali kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama,tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya”apakah pendahuluan itu?” Beliau bersabda :”Ciuman dan ucapan (romantis).” (HR Abu Syaikh)

5.Berjimak ketika istri haid atau melalui dubur

Dari Ibnu Abbas, ia berkata:”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw.,ia bertanya:’Ya Rosullullah, saya telah binasa.’ Beliau bertanya:’apa yang menyebabkan kamu binasa?’ Ia menjawab:’semalam saya telah membalik posisi istriku.’akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun,lalu turun kepada Rosulullah saw ayat.’istri kalian adalah ladang bagi kalian,maka datangilah lading kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki.’(selanjutnya Beliau bersabda:’Datangilah dari depan atau belakang,tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh.’”( HR Tarmidzi no.2906)

6.Menuduh istri berzina

“Dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari meeka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar(dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya(ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinyajika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur (24):6-7)

7.  Memukul dan menjelek-jelekkan istri di hadapan orang lain

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan(untuk kami perbuat)terhadap istri-istri kami?’Beliau bersabda:’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.’” (HR Abu Dawud no 1832)

Sumber : muslimahcorner.com 

Sunday, 13 September 2015

SAMPAIKAN PADA SUAMIMU!! Inilah 6 Cara Rasulullah Membahagiakan istri!!

loading...

Dear Bunda,

Rasulullah adalah teladan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Apa sajakah yang Rasulullah lakukan untuk membahagiakan istrinya? Mari kita simak pembahasan beberapa hadits berikut ini:


1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya di malam hari

Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga.

“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga

2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga

Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan.

“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. "Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?" "Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya". tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari)

3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal

Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: "Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku" (HR Muslim)

Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan

4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya!

Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim)

Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”

5. Rasulullah tidak pernah memukul istrinya

Suami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalah suami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggikan perempuan.

“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul* istrinya meskipun hanya sekali” (HR Nasa'i)

*pukulan yang menciderai atau pukulan di wajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai di muka. Allahu a'lam. Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjana

6. Rasulullah Menghibur kesedihan istri

Tidak hanya bersenang-senang dengan istri di saat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri di kala istrinya menangis dan bersedih.

“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat,lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis” (HR Nasa'i)

Pelajaran yang diambil dari hadits ini adalah bahwa menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang disyariatkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati.

Demikianlah beberapa ulasan hadits mengenai cara Rasulullah membahagiakan istrinya, semoga bermanfaat untuk mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta kasih.

LIKE DAN SHARE JIKA BERMANFAAT YA...

Monday, 7 September 2015

Adab Adab Suami Ketika Istri sedang Mengandung! Sampaikan pada SUAMI Anda!

loading...

Ketika isteri mengandung, suami hendaklah benar-benar bertanggungjawab terhadap isteri kerana perasaan isteri sangat sensitif pada saat itu. Ada suami ketika isteri mengandung melibatkan emosi.


Isteri sangat memerlukan perhatian daripada suami yang disayanginya. Ada beberapa perkara yang perlu suami lakukan terhadap isteri yang sedang mengandung :

  • 1. Suami hendaklah menunjukkan rasa kasih sayang terhadap isteri, sebagai teman hidup yang paling dekat.
  • 2. Hendaklah berlaku jujur dan setia terhadap isteri serta hindari daripada bersikap kejam terhadap isteri.
  • 3. Selesaikan dahulu jika ada perselisihan faham yang berlaku dengan isteri sebelum tidur.
  • 4. Jangan mudah mengeluarkan perkataan talak kepada isteri.

5. Ketika isteri hampir bersalin, suami digalakkan membaca doa berikut, “La ila ha illa anta subha naka inni kun tum minadzolimin”
Maksudnya  : “Tiada Tuhan yang disembah melainkan Engkau Maha Suci. Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku termasuk di kalangan orang yang zalim”

  • 6. Suami hedaklah kerap solat sunat atau solat hajat dan mendoakan agar isteri dan anak dalam kandungan selamat. Mengandung akan memberi tekanan terhadap wanita dari segi fisik, ia harus menampung kandungannya, tubuh badannya bekerja lebih kuat. Jantungnya memompa darah 40% lebih daripada keadaan biasa. Buah pinggangnya harus mengendalikan pembuangan kotoran bayinya.

Wanita mengandung juga mengalami perubahan emosi, maka tugas para suamilah untuk menjaga hati para isteri.

Sumber - siraplimau

Tuesday, 1 September 2015

Jadi Istri Solehah itu Mudah, Jadi Istri Durhaka Lebih Mudah Lagi!!

loading...

JADI wanita sholehah itu mudah. Tapi jadi wanita durhaka akan lebih mudah. Dua kemudahan ini, bisa jadi terasa begitu tipis dalam kehidupan kita sehari-hari. Apa yang membuat seorang wanita jadi durhaka? Ini Dia Ciri-ciri Istri Durhaka


Banyak keluh kesah

Yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dan lainnya. Tak ridha dengan pembelaan dan aturan yang diberikan suami. Hanya ingin memenuhi kehendak nafsu saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yang suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yang tak cukup.

Suka mengungkit

Kalau suami melakukan hal yang tak berkenan untuknya, maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. Ia sangat senang membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggung jawab, tak sayang, dan macam-macam. Padahal suaminya sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.


Membandingkan-bandingkan suami

Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami atau lelaki lain. Ia tak ridha dengan suaminya sendiri.

Suka memaksa

Bila menginginkan sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dengan berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dan lainnya. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

Sibuk bersolek

Sibuk bersolek atau tidur atau santai-santai dan lain-lain hingga lalai dengan ibadah-ibadah terhadap Allah SWT, seperti shalat, zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dan lain sebagainya.

Banyak berbicara, menggosip

Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yang suami kerjakan selalu tidak benar di matanya. Dan zaman sekarang ini bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dengan telefon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain. Naudzubillah

Mudah mana? Menghindarinya lebih mudah kan tentunya?

Monday, 31 August 2015

Hal ini Kesannya Biasa saja Namun Sangat Bernilai bagi Suami Istri!

loading...

Inilah Hal-hal Remeh yang Dilakukan Suami Istri, Namun Bernilai Besar di Mata Allah. Yuk sering-sering lakukan!


1.Saling Memandang

Merasa kikuk memandang pasangan hidup? Jangan doong, karena ketika kita melakukannya, Allah akan memandang kita dengan rahmat-Nya.

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

2.Bergenggaman tangan

Sebal dipegang suami karena tangannya kasar bahkan kapalan? Hilangkan perasaan tersebut karena bergenggaman tangan bisa menghapus dosa.

"...Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya." (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

3.Membelai istri

Malas membelai istri karena lebih asyik membelai gadget? Perhatikanlah apa yang dilakukan Rasulullah, beliau senantiasa memberi hak istrinya untuk diperhatikan dan dimanja dengan belaian kasih sayang.

"Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ." (HR. Abu Dawud)

4.Membantu pekerjaan istri di rumah

Gengsi mencuci piring sendiri? Gengsi membantu istri mengambil cucian? Waduh, mungkin belum tahu kalau membantu pekerjaan rumah istri merupakan sunah Rasulullah.

Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, "Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w. di dalam rumah?" Aisyah menjawab, "Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat". [H.R. Bukhari]

5.Bercanda antar pasutri dan anak

Jangan selalu pasang tampang sangar di depan istri dan anak! Tertawalah bersama mereka, karena hal tersebut tidak dihitung sebagai kesia-siaan.

”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309)


Sunday, 30 August 2015

Kamu Mau Disayang Suami? Hindari Sifat Sifat Ini Ya wahai para istri!

loading...

Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:


Inilah 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami

1. Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.

Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2. Istri yang suka mendominasi.

Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.

Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

3. Istri yang gemar berdusta.

Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.

4. Istri yang kejam/galak.

Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.

5. Istri yang menyulitkan.

Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

6. Istri yang pasif.

Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.

7. Istri yang keras kepala.

Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.

8. Istri yang menggemari rutinitas.

Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.

Demikianlah 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami, Semoga para muslimah yang telah berkeluarga senantiasa istiqamah dalam membina hubungan yang sakinah mawaddah warahmah hingga akhirnya diberikan keberkahan anak-anak yang shalih shalihah. Amiin


Tuesday, 25 August 2015

Hei Para Suami Hindari 3 Hal ini Pada Istrimu!!

loading...

Pernikahan merupakan ikatan suci antara 2 insan yang saling mencintai untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Seringkali, pertengkaran terjadi di dalam pernikahan. Suami istri harus saling selalu memahami, memaklumi, dan memaafkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sehingga semua masalah bisa diselesaikan dengan baik. Para suami seringkali berpikir bahwa segala pekerjaan rumah memang harus dikerjakan oleh istri karena mereka telah mencari nafkah seharian untuk keluarga mereka. Namun, para suami seharusnya menghindari melakukan 3 hal berikut ini supaya istri selalu bahagia.


1. Membiarkan istri melakukan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak tanpa henti

Suami harus mengingat bahwa ia menikah untuk membina rumah tangga yang sakinah dengan istri dan bukan asisten rumah tangga. Jika memutuskan untuk mengurus rumah tangga dan anak tanpa asisten rumah tangga, suami dan istri sebaiknya berbagi pekerjaan rumah. Suami bisa membantu pekerjaan rumah tangga ketika libur, seperti mengepel lantai, membersihkan kamar mandi. Suami juga diharapkan selalu membantu istri dalam mengurus anak. Ketika istri sibuk melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, suami bisa menjaga dan bermain bersama anak. Ingat, anak akan tumbuh dan berkembang lebih baik jika ia hubungan yang baik dengn dengan ayah.

Istri membutuhkan pikiran yang sehat dan bahagia untuk tetap mengurus keluarganya dengan ceria. Oleh karena itu, berilah kesempatan bagi istri untuk menghabiskan "Me Time!" tanpa Anda dan tanpa anak-anak. Biarkan ia memiliki jeda sejenak dari segala tetek bengek rumah tangga dan pekerjaan mengurus anak. Biarkan ia bernafas lega untuk sementara waktu supaya lebih rileks. Memang, tiap wanita mempunyai cara berbeda-beda untuk bersenang-senang. Ada yang menikmati pergi ke salon, berkumpul dengan teman-teman di kafe, nonton film di bioskop, dll. Suami juga bisa sesekali mengajak istri berkencan dan menitipkan anak-anak ke kakek-nenek atau saudara. Dengan demikian, kemesraan antar suami istri dapat tetap terjaga.

Ibarat pisau yang perlu diasah, pensil yang perlu diraut, computer yang perlu di refresh, istri pun memerlukan waktu untuk mempertajam kembali kepekaan dan kesegaran dirinya agar bisa kembali fresh mengurus anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Istri yang bahagia akan mengurus keluarganya dengan lebih baik.

Jika Anda bekerja di suatu perusahaan, anda memiliki hari libur 1 atau 2 hari setiap minggunya bukan? Nah, apa salahnya jika anda memberikan libur kepada istri beberapa jam saja sudah cukup baginya. Bisa dibayangkan, seorang istri yang selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu terus-terusan bekerja tanpa istirahat akan memiliki tingkat stres yang tinggi. Hal ini tentunya akan memberikan efek buruk dalam perkembangan anak.

2. Membandingkan istri dengan wanita lain

Apakah menurut anda istri tidak cantik atau masakannya kurang enak? Semua istri paling tidak bisa terima jika dibandingkan dengan wanita lain, sekalipun dengan selebritis apalagi dibandingkan dengan tetangga sebelah. Apakah anda juga mau dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain yang mungkin lebih tampan dan sukses? Oleh karena itu, gunakan cara lain jika ingin menasehati istri, jangan dengan membanding-bandingkan kelemahannya dengan orang lain! Alih-alih mendidiknya, ia akan merasa Anda lebih mengagumi wanita lain tersebut.

Jika Anda pernah melakukan hal ini, jangan pernah melakukannya lagi karena anda hanya akan menyakiti hati istri anda. Nasehatilah ia dengan cara lain, misalnya dengan memberitahunya jika anda akan merasa senang jika ia berdandan di rumah atau memasak menu makanan yang lebih bervariasi. Dengan demikian, ia akan merasa lebih dihargai dan kemudian berusaha melakukan hal yang lebih baik lagi untuk keluarganya.

3. Meremehkan peran istri

Semua manusia tidak akan senang jika diremehkan peran dan tugasnya, apalagi jika Anda meremehkan istri sendiri, jangan heran jika Anda takkan pernah mendapatkan pelayanan terbaik dari istri. Anda sendiri yang telah merendahkannya dengan memandang remeh semua hal yang telah dilakukan untuk keluarganya. Apakah anda pikir tinggal di rumah seharian mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak itu selalu menyenangkan? Apakah semua itu tidak menghabiskan energy yang banyak?

Seharusnya Anda lebih menunjukkan rasa trimakasih anda kepada istri yang telah menjaga dan merawat rumah serta anak-anak Anda. Ia juga telah rela mengandung anak anda selama lebih dari 9 bulan kemudian menyusui dan merawatnya. Ia juga lah yang telah memberikan kebahagiaan dalam berumah-tangga selama ini.

Oleh karena itu, hindari 3 hal tersebut agar rumah tangga berjalan dengan lancar dan suami-istri sama-sama merasa bahagia dalam keluarga yang anda bangun. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda semua. Amin

Tuesday, 18 August 2015

Wahai Para Istri Jaga Suamimu dari Godaan Wanita Lain di Sosial Media!

loading...

Banyak sekali sosial media yang menawarkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dengan siapapun dan dimana saja. Kemudahan serta fasilitas lain inilah yang terkadang membuat para suami tergoda untuk berbuat iseng, dari sekedar chatting hingga berlanjut ingin bertatap muka langsung. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh seorang istri untuk mencegah suami berbuat iseng?


1. Buat kesepakatan dengan suami mengenai aktivitas chatting dengan lawan jenis

Anda harus mengatakan secara tegas kepada suami kalau kita tidak melarang mereka ngobrol atau berdiskusi dengan teman perempuannya di sosial media. Ingatkan suami Anda jika si teman perempuan mulai curhat masalah pribadinya, sebaiknya ia segera menghentikan saja hubungan pertemanan di sosial media tersebut. Apalagi jika wanita tersebut curhat tak mengenal waktu sehingga terkadang mengganggu aktivitas kantor bahkan waktu istirahat kita. Katakana pada suami untuk menyarankan wanita itu untuk curhat pada teman perempuannya saja. Berawal dari curhat, akan datang rasa iba, lalu suami kita merasa tertantang untuk menjadi hero bagi perempuan itu. Jika tidak dihentikan, mungkin akan berakhir pada perselingkuhan yang membahayakan pernikahan anda.

2. Berteman dengan suami di sosial media

Jika suami anda tidak mengizinkan anda membuka HP nya, anda harus menggunakan cara lain yang lebih pintar. Ada beberapa istri yang merasa tidak perlu berteman dengan suaminya di sosial media, toh setiap hari juga ketemu di rumah, kalau mau berinteraksi ya langsung ngomong saja. Padahal dengan berteman di sosial media, kita akan tahu aktivitas suami di sosial media, siapa saja temannya yang paling seri dikasih jempol atau komennya, bagaimana tingkat keakraban dia bersama temannya. Apakah ada status dank omen-komen yang kurang pantas dan mencurigakan? Anda bisa langsung memperingatkannya jika hal ini terjadi.

3. Chatting dengan suami di sosial media

Jika suami sedang dinas di luar kota atau sedang di kantor, ajak suami chatting, baik untuk menanyakan keadaannya, ingin dimasakkan apa, atau sekedar mengabarkan keadaan anak-anak dan situasi di rumah. Kirimkan foto-foto atau video anak yang lucu-lucu sehingga suami kita merasa terhibur dan merasa diperhatikan dan tetap dekat dengan keluarganya. Jangan biarkan suami mengisi waktu luangnya ketika dinas di luar kota dengan chatting bersama wanita lain. Bahkan ketika suami sedang di kantor, sapalah dia di saat-saat jam istirahatnya. Bikin suami selalu ingat dan kangen pada anda sehingga ingin segera pulang ke rumah.

4. Kirimkan pesan-pesan nakal pada suami

Untuk tetap menjaga kemesraan seperti saat pacaran dulu, sesekali kirimi suami pesan-pesan yang nakal nan menggoda sehingga suami merasa ingin cepat-cepat pulang ke rumah bertemu dengan istri tercinta. Selain untuk menyegarkan dan menghangatkan hubungan, juga untuk mencegah suami pergi hang out sepulang kerja. Jangan biarkan ia merasa bosan dengan pernikahannya.

5. Tutup peluang selingkuh

Saat anda mendapati suami berkirim pesan mesra dengan wanita lain di sosial medianya, segera katakan pada suami kalau kita tidak suka. Bila si wanita masih terus menggoda, minta dengan tegas pada suami untuk memutuskan pertemanannya dengan perempuan tersebut. Mintalah suami untuk menghapusnya dari daftar teman.

6. Jangan melakukan hal yang sama

Bila kita tidak suka suami berinteraksi mesra dengan perempuan lain di sosial media, maka kita juga jangan coba-coba melakukan hal yang sama. Iseng chatting dengan teman pria lain atau memberikan komentar yang iseng namun menggoda di status teman pria kita. Apalagi jika ada teman pria yang terang-terangan menggoda, segera putuskan pertemanan kalau perlu di-block. Perselingkuhan biasanya dimulai dari keisengan yang kemudian makin berlanjut.

7. Doa

Pada akhirnya doa adalah senjata terbaik kita. Selalu berusaha dan berdoalah pada Allah agar suami kita terhindar dari godaan wanita lain karena sesungguhnya Allah yang menggenggam hati suami kita, mintalah pada-Nya agar menjadikan suami kita suami yang setia, baik dan soleh, yang bisa menjadi imam bagi kita dan anak-anak.

Semoga tips tadi bisa memberikan manfaat dan menjaga pernikahan kita supaya tetap harmonis dan bahagia. Cinta dan komitmen dalam ikatan suci pernikahan itu harus senantiasa dijaga, disiram, dan dipupuk supaya tetap tumbuh subur layaknya pohon yang kuat.